I’tikafku di Ramadhan tahun ini

Wah, sudah lama nih nggak nge-blog…beberapa hari terakhir aku disibukkan dengan i’tikafku, jadi jarang di rumah dan nge-net. Ya harus dong, masa disibukkan dengan kerjaan terus, kesibukan dengan ibadah juga jangan sampai kelewatan.  Mau cerita pengalaman i’tikafku deh …

Aku i’tikaf di Masjid Bimantara daerah Kebon Sirih. Kenapa milih disitu ? karena sampai tanggal 26 Sept aku masih kerja dan kebetulan lagi tugas di Danamon Kebon Sirih.  Lumayan dapat parkir gratis di Danamon, trus ke masjidnya pun tinggal jalan:) Ini adalah kali pertama aku i’tikaf di masjid itu.  Ternyata cukup berkesan juga. Hal yang enaknya adalah masjidnya ber-AC loh, jadi tidur bisa nyenyak 🙂

Untuk acaranya, disini ada acara buka puasa bersama, shalat tarawih, kajian di malam hari, qiyamul lail, kuliah subuh, dan kajian dzuhur. Kalau kajian dzuhur, beberapa kali didatangkan da’i2 ternama spt Ust. Ihsan Tanjung dan DR. Quraish Shihab. Trus, disini spt-nya yang memberikan donasi lumayan banyak. Misal, untuk sahur, infaq peserta hanya Rp 5000,- saja. Tapi lahuknya lumayan enak, udah daging atau ayam lho…

Untuk dihari2 terakhir, karena saya sudah cuti, mungkin nggak i’tikaf di masjid bimantara lagi. Paling janjian sama teman2 untuk i’tikaf di masjid yang lainnya, dekat2 rumah mungkin …

Advertisements
Posted in Islam. Tags: , , . 1 Comment »

Kisah Surat Al-Qamar

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang …

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaankepadanya, apakah ayat pertama dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu ituadalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnyaa: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi halitu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejekdan mengolok-olok)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: “Coba belah bulan, ..”
Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya kebulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta- merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu pada saat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi duadansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya dalam Al-Quran, yakni di surat Al-Qamar [bulan] yg artinya kurang lebih sebagai berikut;

Sungguh, telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ….sampai akhir surat Al-Qamar.

Read the rest of this entry »

Tahun ini adalah Ramadhan yang spesial (1429H / 2008M)

Akhir-akhir ini berkembang sebuah trend di masyakarat untuk menjadikan keunikan astronomi sebagai momentum spesial dalam sejarah kehidupannya. Keunikan ini dikarenakan peristiwa tersebut jarang sekali terjadi atau hanya terjadi sekali saja. Sebut saja fenomena 7/7/7 atau yang baru saja terjadi adalah 8/8/8 (tanggal 8 Agustus 2008), dimana orang beramai-ramai menggunakan tanggal ini sebagai tanggal spesial, yang marak adalah menjadikannya sebagai hari pernikahan atau hari kelahiran anak. Kalau dilihat, memang sesuatu yang unik akan selalu dicari dan dimanfaatkan oleh orang.

Saudaraku sekalian, sadarkah kita kalau ramadhan tahun ini juga adalah ramadhan yang spesial dan unik? Keunikan ini pun terjadi dikarenakan peristiwa astronomi antara kalendar hijriyah dan qomariyah (masehi).

Wikipedia menjelaskan bahwa Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi, sehingga usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 – 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Pada tahun 1429H / 2008 M, tanggal 1 Ramadhan jatuh bersamaan dengan tanggal 1 September. Dalam hitungan bulan, bulan Ramadhan adalah bulan yang ke-9 dalam kalender Hijriah, dan yang menariknya bulan September pun adalah bulan yang ke-9 dalam hitungan bulan Masehi !!!
Jadi saat ini bulan Hijriyah dan bulan Qomariyah (masehi) berjalan beriringan. Entah kapan lagi, fenomena ini akan berulang.

Oleh karena itu, jika banyak orang yang menggunakan keunikan astronomi sebagai momentum spesial dalam kehidupannya, maka mari kita jadikan pula keunikan Ramadhan ini sebagai ramadhan yang spesial dalam hidup kita. Allah menjadikan Ramadhan adalah bulan yang memiliki banyak keutamaan, dengan tambahan keunikan tersebut tentunya Ramadhan kali ini akan semakin berbekas di hati kita.

Mari maksimalkan ibadah Ramadhan kita tahun ini …

Wallahu’alam bisshowab.

Ramadhan is coming …

Menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, kami sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan.

Semoga amal ibadah kita di ramadhan nanti diterima oleh Allah SWT dan kebiasan-kebiasaan baik di bulan suci nanti bisa dilanjutkan dalam 11 bulan berikutnya.

Wisnu Murti Suryaningrat dan Keluarga

(wisnu, susi dan ghaisan)

Antara masa depan dan istikhoroh (2/2)

Ketika sedang menonton infotainment di stasiun TV, banyak artis kita yang berbicara mengenai rencana hidup mereka. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa hidup ini dibiarkan seperti air yang mengalir saja, kita tinggal mengikuti kemana arah aliran tersebut. Ketika itu saya pernah bergumam,”Uh … seperti tidak punya planning hidup saja”.

Sekarang, fikiran saya mulai terbuka mengenai masalah diatas. Terkadang memang sesuatu yang kita rencanakan tidak semulus seperti yang diharapkan. Dari contoh yang pernah saya berikan, beberapa kasus memang terjadi demikian. Memang semuanya itu dikembalikan kepada nasib kita masing-masing.

Kalau begitu, tidak perlu punya rencana dong ? khan semuanya tergantung nasib.

Tidak, tidak demikian. Ada sebuah kata bijak yang menarik, “the best way to predict the future is to create one”. Kata ini selalu memberikan inspirasi tersendiri kepada diri saya pribadi. Memang kondisi kita di masa mendatang sangat ditentukan oleh diri kita masing-masing. Jika kita menginginkan suatu kondisi di masa yang akan datang, maka kita harus menciptakan jalan untuk mencapai kondisi tersebut. Tidak perlu berkhayal-khayal terlalu berlebihan, yang penting disini adalah aksi dan aksi. Disinilah pentingnya planning hidup yang harus kita buat. Dari planning inilah kita membuat path arah kehidupan kita.

Loh koq … pake planning lagi … tadi katanya semuanya tergantung nasib ? gimana nih

Begini … seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa kita dihadapkan pada beberapa pilihan hidup. Pilihan ini sangat banyak sekali. Namun kita tetap harus menentukan mana pintu yang akan kita pilih. Disinilah letak planning hidup kita. Kita harus memilih pilihan tersebut yang sesuai dengan rencana hidup kita. Namun jangan berhenti sampai disini saja. Kita harus memahami ada kalanya rencana hidup kita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, kita harus membuat beberapa perencanaan hidup. Plan A, Plan B, Plan C, dst. Dengan adanya beberapa perencanaan, maka kita tidak akan melenceng dari tujuan akhir yang ingin kita capai.

Oleh karena itulah, ada prinsip yang saya pegang dalam menyikapi “the world of uncertainty”, yaitu:
“Lakukanlah yang terbaik apa-apa yang bisa kita lakukan sekarang, jika ada peluang lain, istikhorohlah ! Jika memang jawaban istikhoroh tersebut diraih, maka raihlah, jika tidak maka tidak perlu diraih”
Istikhoroh … itulah kuncinya.

Sebagai seorang manusia, yang bisa kita lakukan adalah melakukan prediksi-prediksi. Jika kita dihadapkan pada sebuah pilihan, kita hanya bisa melakukan prediksi mengenai kondisi kita setelah memilih pilihan tersebut. Terkadang yang kita prediksi baik, namun pada akhirnya justru malah buruk. Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, mohonlah petunjuk kepada Allah mengenai pilihan yang sedang kita hadapi, karena hanya Allahlah yang mengetahui apa-apa yang akan terjadi di balik pilihan-pilihan tersebut. Dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan terbaik pada hambaNya. Begitulah kekuasaan Allah diatas manusia. Kita harus senantiasa mengambil hikmah atas apa-apa yang menjadi jalan hidup kita.

Begitulah kehidupan manusia … antara masa depan dan istikhoroh !

Antara masa depan dan istikhoroh (1/2)

Ketika beberapa teman lulus dari kuliahnya, saya selalu menghampirinya dan mengucapkan “Welcome to the world of uncertainty!”

Ada yang langsung mengerti namun sangat banyak yang tidak mengerti apa maksudnya. Lalu kemudian mereka mulai menanyakan kembali maksud dari perkataan yang saya lontarkan. Setelah itu, kami mencari tempat yang nyaman untuk melanjutkan diskusi. Berikut penjelasan yang saya berikan kepada teman-teman itu.

Sebenarnya pernyataan “Welcome to the world of uncertainty!” merupakan hasil pengalaman pribadi dan pengamatan dari perjalanan hidup yang saya lalui. Ketika kita sebelum lulus kuliah, sepertinya peta atau path hidup kita lebih jelas dan bisa dengan mudah diarahkan. Setelah lulus SD maka masuk SMP dan SMU kemudian masuk KULIAH. Pilihan pun sangat sedikit, paling sekedar mau masuk sekolah dan jurusan yang mana. Namun perjalanan hidup ini menjadi lebih sulit ditebak ketika kita telah lulus kuliah. Sepertinya kita dihadapkan dengan beberapa pintu yang harus kita pilih. Dan pintu-pintu ini sangat banyak sekali. Dari pintu yang akan kita masuki maka disitulah nasib dan kondisi kita di masa yang akan datang. Namun tidak seperti jalur hidup kita pra lulus kuliah yang lebih mudah diprediksi, pilihan memasuki pintu ini sangat sulit untuk ditebak. Apakah memang kita akan berhasil dikemudian hari dengan memilih pintu ini atau justru pintu ini membawa keburukan ??

Bahkan tidak sedikit yang telah merencanakan jalur hidupnya dengan segala persiapan yang cukup, justru melenceng dari apa-apa yang telah ia siapkan sebelumnya. Apakah memang ia belum mendapatkan kesempatan atau memang ia tidak akan mendapatkan kesempatan itu. Sebagai contoh, ada teman yang dari kuliah sudah memfokuskan diri untuk menjadi dosen setelah lulus nanti. Eh … justru ia tidak bisa masuk menjadi dosen, sekarang ia bekerja di swasta. Ada yang memang berniat masuk ke dunia profesional, malah jadi dosen dan menjadi akademisi. Ada lagi yang sudah membekali dengan sertifikasi CISCO untuk bekerja menjadi network engineer, Eh … kerjanya sekarang malah jadi programmer juga. Bahkan ada yang ingin melanjutkan S2 dengan lulus cumlaude, justru sampai sekarang belum berhasil-berhasil mendapatkan beasiswa. Justru yang IPnya lebih kecil sudah lebih dulu berangkat keluar negeri mendapatkan beasiswa S2.

Begitulah “the world of uncertainty” itu. Contoh yang diatas masih sekedar pekerjaan, padahal banyak hal lain yang terkait dengan pilihan-pilihan kita dimasa depan.

Oleh karena itu, saya selalu menekankan kepada teman-teman itu bahwa semua itu tergantung dari nasib kita. Ada yang memang bernasib baik dan ada juga yang kurang baik. Dan memang disitulah letak “ketidakberdayaan” kita di tangan Allah SWT, karena qada dan qadhar kita sudah ditentukan.

Lalu bagaimana kita seharusnya untuk menyikapi “the world of uncertainty” itu ? Dan kita memilih pintu yang tepat yang harus kita buka …

See on Antara masa depan dan istikhoroh (2/2)

Mari lembutkan hati kita …

Sekarang kita berada dalam zaman yang serba materialistis. Ukuran kesuksesan seseorang dinilai dari segi materi saja. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam meraih kekayaan yang sebanyak-banyaknya. Bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut. Mereka pun akan merasa “tidak puas” jika orang lain mendapatkan kekayaan yang lebih darinya.

Padahal kalau diukur dari segi material, banyak juga dari orang-orang tersebut yang bisa dikategorikan memiliki kecukupan dalam hal finansial. Namun, zaman yang serba materialistis ini mengkondisikan orang-orang tersebut untuk senantiasa mendapatkan yang lebih dan lebih lagi.

Terkadang, saya pun juga pernah merasakan hal diatas dan saya yakin hampir setiap manusia memiliki kondisi seperti diatas. Sering kita tidak bersyukur atas apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. Sering kita merasa dengki atas nikmat orang lain yang berada diatas kita. Sering kita merasa …

Namun, saya sangat senang ada beberapa reality show di televisi yang mengangkat nasib dari “orang-orang kecil”.  Beberapa diantaranya adalah “uang kaget”,”tolong”,”bedah rumah”,dll. Ada juga beberapa sesi di “Kick Andi” yang mengangkat nasib orang-orang kecil namun mereka tidak menyerah kepada nasib dan mau berusaha. Acara tersebut menjadi favorit bagi saya karena dengan acara tersebut hati saya bisa tersentuh … ya betul tersentuh …

Di acara tersebut, kita akan merasa bersyukur dihadapan Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan kepada kita. Ternyata kita masih lebih beruntung dibandingkan saudara-saudara kita yang lain. Coba bayangkan diri kita jika ternyata kitalah yang berada dalam posisi tersebut. Coba bayangkan jika ternyata Allah mencabut beberapa nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Bersyukurlah saudaraku … banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita !!!

Lembutkan hati kita …

Lihatlah lebih dekat … dan kalian akan menyadari …

~the beutiful of life doesn’t depends on how happy you are, but how happy others because you (anonymous)