FESTIVAL EKONOMI SYARIAH 2009

logo islamic bank

logo islamic bank

Bank Indonesia kembali menggelar sebuah ajang sosialisasi dan promosi kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang industri perbankan yang berbasis syariah yang akan dikemas dalam pameran bertajuk “FESTIVAL EKONOMI SYARIAH”. Tema yang diusung pada tahun ini adalah”Menuju Indonesia Lebih Sejahtera”.

Festival ini diadakan di  Jakarta Convention Center, 4-8 February 2009. Bagi yang ingin tahu bagaimana ekonomi syariah itu, bisa hadir di festival ini dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Acara ini akan dihadiri oleh sebagaian besar pelaku industri keuangan syariah di Indonesia. Kalau tahun lalu sih, yang datang lumayan banyak. Yuk datang yuk …

Advertisements

Industri Keuangan Syariah, Tumbuh di Tengah Krisis Global Sistem Kapitalis

logo islamic bank

logo islamic bank

Lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis keuangan yang melanda dunia. Sementara bank-bank konvensional di seluruh dunia bangkrut atau merugi hingga lebih dari 400 milyar dollar akibat krisis di sektor kreditnya, industri perbankan syariah menunjukkan menunjukkan kebalikannya.

Lembaga-lembaga keuangan syariah tetap memberikan keuntungan, kenyamanan dan keamanan bagi para pemegang sahamnya, pemegang surat berharga, peminjam dan para penyimpan dana yang mempercayakan uangnya didepositkan di bank-bank syariah.

Di tengah krisis keuangan global, industri keuangan syariah malah mengalami pertumbuhan sebesar 1 triliun dollar dan dipekirakan akan terus berkembang meliputi investor-investor non-Muslim.

Para investor yang trauma akibat krisis keuangan bisa lebih nyaman jika menanamkan investasinya di lembaga-lembaga keuangan syariah, yang menerapkan peraturan ketat berdasarkan hukum Islam dalam memberikan pinjaman. Sistem keuangan berbasis syariah mensyaratkan untuk mengambil keuntungan hanya dari investasi-investasi yang dilakukan secara etis dan bertanggunggung dari sisi sosial. Sistem ekonomi syariah, melarang mengambil keuntungan dari sistem riba, seperti sistem bunga yang diterapkan bank-bank konvensional dan melarang mengambil keuntungan dari investasi-investasi haram seperti perjudian, pornografi dan bisnis babi.

”Krisis ini merupakan titik balik bagi sistem pinjaman konservatif yang sudah usang. Kondisi pasar global sekarang ini memberikan kesempatan yang besar bagi lembaga keuangan Islami untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukannya-untuk mengisi gap likuiditas yang terjadi,” kata David Testa, Eksekutif Gatehouse Bank yang memulai operasinya sebagai bank Islam kelima di Inggris, bulan April kemarin.

Asian Development Bank (ADB) mempekirakan, asset-asset lembaga keuangan islami secara global mencapai 1 triliun dollar dengan angka pertumbuhan per tahun sebesar 10 sampai 15 persen. Perkiraan ini bisa lebih tinggi, karena perkembangan pesat industri keuangan Islami telah menarik minat perusahaan-perusahaan dari luar Timur Tengah.

Para analis keuangan sudah banyak yang mengakui bahwa industri keuangan Islami menerapkan sistem yang berbeda yang membuat resikonya relatif kecil. Meski ada juga sejumlah analis yang meragukan keamanan sistem keuangan berbasis syariah. Mereka mengatakan, para komentator terlalu bersemangat dalam mempromosikan keunggulan-keunggulan sistem keuangan Islami sebagai produk yang aman.

”Sistem keuangan Islami tidak kebal terhadap resiko,” kata Mohamad Damak dari Standard & Poor’s. Ia mengkritik maraknya pembiayaan real estate di kawasan Teluk selama tiga tahun belakangan ini-terutama pembiayaan yang dilakukan lembaga-lembaga keuangan syariah-di tengah membubungnya harga-harga properti.

”Koreksi di sektor real estate akan menimbulkan dampak bagi bank-bank Islami yang terlibat dalam bisnis ini. Sistem keuangan Islami tidak kebal terhadap krisis,” kritik Damak.

Sementara sejumlah analis masih memperdebatkan soal keamanan sistem keuangan Islami, banyak pula yang mengakui bahwa industri keuangan Islami kini mulai dilirik banyak orang yang sudah kehilangan kepercayaan dengan sistem keuangan kapitalis.

”Jika bank-bank Islami menunjukkan langkah maju, maka sistem keuangan Islami akan menjadi daya tarik,” kata Testa.

Read the rest of this entry »

Menanti perkembangan perbankan syariah di Indonesia

Kalau melihat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia memang masih jauh dari yang diharapkan. Data dari BI sampai Q2 2008 menunjukkan pangsa pasar syariah masih 2% dari keseluruhan portfolio perbankan di Indonesia. Dengan data statistik tersebut, tentunya kita menjadi pesimis bahwa target yang dikeluarkan BI dapat tercapai yaitu pasar syariah bisa mencapai 5% di akhir tahun 2008. Saat ini terdapat 3 Bank Umum Syariah dan 28 Unit Usaha Syariah (UUS) milik bank konvensional.

Meskipun demikian, kita juga harus memberikan credit kepada BI yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah memperlebar office channeling UUS dengan memperbolehkan cabang konvensional melayani nasabah syariah. Survey yang pernah dilakukan oleh BI mengenai perilaku konsumen dalam memilih produk perbankan konvensional dan syariah menunjukkan bahwa ada beberapa alasan mengapa konsumen masih memilih perbankan konvensional dibanding perbankan syariah, antara lain minimnya pengetahuan mengenai perbankan syariah dan kemudahan dalam mengakses produk seperti jaringan ATM dan kantor cabang.

Oleh karena itu, seharusnya pihak perbankan giat dalam melakukan edukasi kepada masyarakat tentang produk-produk perbankan syariah. Momentum ramadhan merupakan momentum yang tepat dalam melakukan hal ini. Namun sayangnya, saya masih melihat pihak perbankan syariah belum optimal dalam memanfaatkan momentum ini, masih sedikit sekali iklan-iklan atau bentuk publikasi lainnya yang memperkenalkan perbankan syariah. Padahal di bulan ini masyarakat sedang gemar beribadah dan menambah keilmuan agamanya.

Jadi untuk meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah setidaknya ada 2 hal yang harus dilakukan sekarang. Pertama, pemerintah dan DPR mengesahkan UU syariah sebagai legal framework yang kuat. Permasalahan instrumen investasi, double taxation dan insentif harus diselesaikan dalam waktu kedepan. Sehingga investor bisa dengan mudah berinvestasi di perbankan syariah. Kedua, pihak perbankan lebih giat dalam melakukan promosi dan edukasi ke masyarakat tentang produk-produk perbankan syariah. Kolaborasi dengan berbagai pihak pun bisa dilakukan. Menurut saya, sudah banyak kalangan yang mau membantu dalam mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia. Seiring dengan hal tersebut, pihak perbankan syariah harus juga meningkatkan e-chanelling produk-produknya, sehingga masyakarat mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam menggunakan produk tersebut.

Kita tunggu perkembangan selanjutnya …