Be nice to others because …

Time will make a difference!

dogs

One day, you may not be the ‘BIG DOG’!

Advertisements

Kebiasaan Menulis

Blog … teknologi yang menjadi salah satu trend yang banyak digunakan oleh netters di seluruh dunia. Kalau dilihat idenya memang sederhana, namun ada banyak juga manfaat yang mungkin  ditimbulkan darinya. Kalau saya mengambil sebuah potensi besar yang mungkin ditimbulkan darinya yaitu … Kebiasaan Menulis

Great people always write their briliant ideas“, begitulah salah satu orang besar di dunia ini mengatakan bagaimana pentingnya untuk menulis.  Terkadang, banyak sekali ide-ide yang terlintas di fikiran kita yang mungkin ide tersebut akan sangat luar biasa jika mau dikembangkan. Baik itu ide menyelesaikan PR, games, bisnis atau bahkan ilmu pengetahuan 🙂

Yang lebih menariknya lagi, terkadang ide itu muncul dikala kita sedang bersantai ria, dalam perjalanan, atau hal-hal lainnya yang intinya adalah kegiatan yang memang bukan porsi khusus untuk memikirkannya. Tapi begitu jugalah yang terjadi dengan orang-orang besar. Newton mendapatkan teori gravitasi dikala duduk-duduk di bawah pohon apel, Archimedes mendapatkan teorinya ketika sedang mandi di bak mandi …. dan juga orang-orang besar lainnya.

Namun bukanlah orang besar jika ia tidak menerapkan prinsip “Great people always write their briliant ideas“. Lalu apa jadinya jika newton dan archimedes tidak menuliskan ide yang terlintas itu … mungkin sekarang kita belum tahu ada gaya gravitasi bumi dan daya angkat air 🙂

So … r u 1 of the great people ??

Kata mutiara dari Wisnu

“If you have a dream, go for it !!! and give your best effort to gain the dream ….” (Wisnu Murti Suryaningrat)

“Don’t think the result … the most important thing is giving your best shot !!!” (Wisnu Murti Suryaningrat)

“3 key principles for success : creative, commitment, consistent” (Wisnu Murti Suryaningrat)

“3K untuk meraih kesuksesan : kreatif, komitmen, konsisten” (Wisnu Murti Suryaningrat)

Mampukah kita mencintai Istri tanpa syarat ?

Ada artikel menarik dari sebuah milis. Buat para suami dibaca ya….. istri & calon istri juga boleh..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…..”