Melewati banjir dengan motor

Banjir di Jakarta sepertinya bukan lagi menjadi siklus 5 tahunan. Melihat perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir,  boleh jadi banjir yang terjadi tahun lalu bisa kembali lagi terjadi tahun ini. Saya jadi teringat banjir tahun lalu, ketika saya harus melewati banjir dengan naik motor.  Ceritanya begini.

Ketika hujan lebat, saya masih ada di kantor. Karena situasi yang semakin memburuk, akhirnya diputuskan untuk memulangkan semua karyawan. Di internet saya membaca bahwa kelapa gading sudah banjir. Dan akhirnya saya mencari strategi jalan pulang. Sesampainya di pulomas, jalanan sudah tertutup banjir, sehingga motor pun tidak bisa lewat. Jalan yang lewat apartemen Kharisma pun sudah tinggi sekali, mungkin sepinggang orang dewasa. Lalu saya lanjut untuk lewat RS Mediros, ternyata jalan pun sudah tertutup, bahkan saya tidak bisa memutar balik, karena jalanan tidak bisa dilalui.

Ide pun muncul, sepertinya saya bisa memutar balik dengan melewati jembatan busway. Lalu, saya menancap motor untuk melewati jembatan tersebut, dan hasilnya pun BERHASIL! OK, tugas belum selesai karena saya harus melewati tantangan lagi untuk bisa sampai di rumah. Ketika memperhatikan jalan, saya melihat kalau mobil lewat, maka air akan terbelah sehingga ada jalan yang bisa diikuti jika kita dibelakangnya.

Yes, ide pun muncul lagi, saya harus berada di belakang mobil agar saya bisa lewat. Akhirnya momentum itu muncul, ada mobil fortuner yang akan melewati jalan masuk lewat apartemen Kharisma. Saya pun mengikuti mobil tersebut dari belakang, dan hasilya pun BERHASIL! Air yang yang setinggi pinggang tadi, terbelah dan bisa saya lewati. Saya pun semakin PD bahwa akan berhasil sampai di rumah.

Tapi rencana pun menjadi buyar, ketika sampai di perempatan, mobil tersebut belok dan bukan melewati jalan menuju rumah saya. Dalam hati .. “loh.loh.loh, koq belok ? wah gawat nih .. gawat”. Setelah mobil tersebut belok, saya pun tidak bisa mengikutinya lagi, dan hasilnya “Byyuurrr”… Air yang terbelah tadi jadi gabung lagi dan merendam motor saya. “Brem..brem..brem”, karena air masuk knalpot ya motor pun jadi mogok. Akhirnya, saya harus menenteng motor tersebut sampai dirumah, melewati banjir. Parahnya, ketika itu tidak ada satu kendaraan pun yang lewat, cuma saya sendiri yang menenteng motor tersebut dalam banjir. Duh, diliatin orang banyak lagi, yang pada di pinggir jalan. Mungkin dalam hati mereka bilang,”duh ni orang nekat amat sih, udah tau banjir masih nekat lewat ya mogok lah”

Yah, rencana gagal deh, tadinya mau “Cerdas” malah “Bodoh” juga…hehehe…karena salah perhitungan nih. Tapi seru juga pengalamannya.

Posted in My memory. Tags: , . 1 Comment »

One Response to “Melewati banjir dengan motor”

  1. Santori Malinton Says:

    Motor bebeknya jadi “bebek” beneran nih Wiz…

    Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: