CSA: Menjadi auditor yang cerdas

Catatan Seorang Auditor (CSA) kali ini akan membahas tentang kebutuhan seorang auditor untuk menjadi lebih cerdas dalam melakukan pekerjaan auditnya, sehingga menjadikan pekerjaannya lebih efektif dan efisien dan memberikan added value bagi auditee.

Banyak yang menganggap bahwa pekerjaan audit merupakan pekerjaan yang mudah. Hal ini disebabkan, karena mereka melihat, auditor hanya sekedar mengikuti work program atau checklist yang tersedia untuk melakukan pekerjaannya. Auditor hanya butuh mengikuti rangkaian checklist yang ada dan memberi tanda apakah ada gap atau tidak? Setelah semua checklist diikuti maka pekerjaan selesai, dibuatlah summary issue dan rekomendasi. Sebenarnya banyak juga auditor “terjebak” dengan pemahaman seperti ini. Apalagi jika masih baru menjadi auditor. Yang dibenaknya adalah yang penting semua work program sudah diikuti, maka pekerjaan aman, tanpa memahami proses disekitar work program tersebut.

Menurut saya, ini merupakan pemahaman yang salah. Seharusnya proses audit dimulai dengan terlebih dahulu memahami nature dari organisasi yang sedang diaudit, proses bisnisnya, sistem yang terkait dan pendukung lainnya. Dalam fase audit, proses ini biasa disebut sebagai walktrough. Setelah memahami hal2 tersebut, barulah kita melihat work program atau checklist yang tersedia dan menyesuaikannya dengan nature dari organisasi tersebut. Work program bisa juga dijadikan sebagai acuan ketika melakukan walkthrough, namun jangan dijadikan harga mati untuk melakukan testing.

Ketika auditor tidak menyesuaikan work program dengan nature organisasi maka yang terjadi adalah :

  • Proses audit tidak efektif dan efisien, sehingga hal2 yang tidak relevan dalam organisasi akan juga ikut dilakukan testing.
  • Issue dan rekomendasi yang ditemukan tidak relevan dengan organisasi yang ada. Hal ini akan menyebabkan proses audit tidak akan memberikan added value bagi organisasi tersebut. Justru menambah sulit.

Disinilah dibutuhkan auditor yang cerdas. Auditor harus mengerti proses bisnis dari organisasi yang akan diaudit, memahami best practice, memahami metodologi audit, memahami pengetahuan dasar yang terkait jenis audit, (spt accounting, IT, Tax, dll) dan kemampuan analisa yang baik. Auditor harus mengkombinasikan pengetahuan ini dalam melakukan proses audit. Disinilah titik dimana audit bukan merupakan proses yang mudah. Dibutuhkan orang2 yang cerdas agar proses audit menjadi lebih efektif dan efisien.

Jadi, auditor harus cerdas khan ? kalau nggak, ya dibohongin auditee terus🙂

3 Responses to “CSA: Menjadi auditor yang cerdas”

  1. Sofie Says:

    Mas, mohon izin share tulisannya ya di fb saya… nanti saya sebutkan sumbernya.

    terima kasih…

  2. Sally Says:

    Terima Kasih atas informasi yang anda bagikan. saya mahasiswa semester 6 dan sangat tertarik untuk menjadi IT Auditor. blog anda sangat membantu saya mengetahui lebih detail tentang pekerjaan ini. apakah anda seorang IT auditor?

    Terima Kasih.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: