Antara masa depan dan istikhoroh (2/2)

Ketika sedang menonton infotainment di stasiun TV, banyak artis kita yang berbicara mengenai rencana hidup mereka. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa hidup ini dibiarkan seperti air yang mengalir saja, kita tinggal mengikuti kemana arah aliran tersebut. Ketika itu saya pernah bergumam,”Uh … seperti tidak punya planning hidup saja”.

Sekarang, fikiran saya mulai terbuka mengenai masalah diatas. Terkadang memang sesuatu yang kita rencanakan tidak semulus seperti yang diharapkan. Dari contoh yang pernah saya berikan, beberapa kasus memang terjadi demikian. Memang semuanya itu dikembalikan kepada nasib kita masing-masing.

Kalau begitu, tidak perlu punya rencana dong ? khan semuanya tergantung nasib.

Tidak, tidak demikian. Ada sebuah kata bijak yang menarik, “the best way to predict the future is to create one”. Kata ini selalu memberikan inspirasi tersendiri kepada diri saya pribadi. Memang kondisi kita di masa mendatang sangat ditentukan oleh diri kita masing-masing. Jika kita menginginkan suatu kondisi di masa yang akan datang, maka kita harus menciptakan jalan untuk mencapai kondisi tersebut. Tidak perlu berkhayal-khayal terlalu berlebihan, yang penting disini adalah aksi dan aksi. Disinilah pentingnya planning hidup yang harus kita buat. Dari planning inilah kita membuat path arah kehidupan kita.

Loh koq … pake planning lagi … tadi katanya semuanya tergantung nasib ? gimana nih

Begini … seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa kita dihadapkan pada beberapa pilihan hidup. Pilihan ini sangat banyak sekali. Namun kita tetap harus menentukan mana pintu yang akan kita pilih. Disinilah letak planning hidup kita. Kita harus memilih pilihan tersebut yang sesuai dengan rencana hidup kita. Namun jangan berhenti sampai disini saja. Kita harus memahami ada kalanya rencana hidup kita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, kita harus membuat beberapa perencanaan hidup. Plan A, Plan B, Plan C, dst. Dengan adanya beberapa perencanaan, maka kita tidak akan melenceng dari tujuan akhir yang ingin kita capai.

Oleh karena itulah, ada prinsip yang saya pegang dalam menyikapi “the world of uncertainty”, yaitu:
“Lakukanlah yang terbaik apa-apa yang bisa kita lakukan sekarang, jika ada peluang lain, istikhorohlah ! Jika memang jawaban istikhoroh tersebut diraih, maka raihlah, jika tidak maka tidak perlu diraih”
Istikhoroh … itulah kuncinya.

Sebagai seorang manusia, yang bisa kita lakukan adalah melakukan prediksi-prediksi. Jika kita dihadapkan pada sebuah pilihan, kita hanya bisa melakukan prediksi mengenai kondisi kita setelah memilih pilihan tersebut. Terkadang yang kita prediksi baik, namun pada akhirnya justru malah buruk. Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, mohonlah petunjuk kepada Allah mengenai pilihan yang sedang kita hadapi, karena hanya Allahlah yang mengetahui apa-apa yang akan terjadi di balik pilihan-pilihan tersebut. Dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan terbaik pada hambaNya. Begitulah kekuasaan Allah diatas manusia. Kita harus senantiasa mengambil hikmah atas apa-apa yang menjadi jalan hidup kita.

Begitulah kehidupan manusia … antara masa depan dan istikhoroh !

One Response to “Antara masa depan dan istikhoroh (2/2)”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: