Antara masa depan dan istikhoroh (1/2)

Ketika beberapa teman lulus dari kuliahnya, saya selalu menghampirinya dan mengucapkan “Welcome to the world of uncertainty!”

Ada yang langsung mengerti namun sangat banyak yang tidak mengerti apa maksudnya. Lalu kemudian mereka mulai menanyakan kembali maksud dari perkataan yang saya lontarkan. Setelah itu, kami mencari tempat yang nyaman untuk melanjutkan diskusi. Berikut penjelasan yang saya berikan kepada teman-teman itu.

Sebenarnya pernyataan “Welcome to the world of uncertainty!” merupakan hasil pengalaman pribadi dan pengamatan dari perjalanan hidup yang saya lalui. Ketika kita sebelum lulus kuliah, sepertinya peta atau path hidup kita lebih jelas dan bisa dengan mudah diarahkan. Setelah lulus SD maka masuk SMP dan SMU kemudian masuk KULIAH. Pilihan pun sangat sedikit, paling sekedar mau masuk sekolah dan jurusan yang mana. Namun perjalanan hidup ini menjadi lebih sulit ditebak ketika kita telah lulus kuliah. Sepertinya kita dihadapkan dengan beberapa pintu yang harus kita pilih. Dan pintu-pintu ini sangat banyak sekali. Dari pintu yang akan kita masuki maka disitulah nasib dan kondisi kita di masa yang akan datang. Namun tidak seperti jalur hidup kita pra lulus kuliah yang lebih mudah diprediksi, pilihan memasuki pintu ini sangat sulit untuk ditebak. Apakah memang kita akan berhasil dikemudian hari dengan memilih pintu ini atau justru pintu ini membawa keburukan ??

Bahkan tidak sedikit yang telah merencanakan jalur hidupnya dengan segala persiapan yang cukup, justru melenceng dari apa-apa yang telah ia siapkan sebelumnya. Apakah memang ia belum mendapatkan kesempatan atau memang ia tidak akan mendapatkan kesempatan itu. Sebagai contoh, ada teman yang dari kuliah sudah memfokuskan diri untuk menjadi dosen setelah lulus nanti. Eh … justru ia tidak bisa masuk menjadi dosen, sekarang ia bekerja di swasta. Ada yang memang berniat masuk ke dunia profesional, malah jadi dosen dan menjadi akademisi. Ada lagi yang sudah membekali dengan sertifikasi CISCO untuk bekerja menjadi network engineer, Eh … kerjanya sekarang malah jadi programmer juga. Bahkan ada yang ingin melanjutkan S2 dengan lulus cumlaude, justru sampai sekarang belum berhasil-berhasil mendapatkan beasiswa. Justru yang IPnya lebih kecil sudah lebih dulu berangkat keluar negeri mendapatkan beasiswa S2.

Begitulah “the world of uncertainty” itu. Contoh yang diatas masih sekedar pekerjaan, padahal banyak hal lain yang terkait dengan pilihan-pilihan kita dimasa depan.

Oleh karena itu, saya selalu menekankan kepada teman-teman itu bahwa semua itu tergantung dari nasib kita. Ada yang memang bernasib baik dan ada juga yang kurang baik. Dan memang disitulah letak “ketidakberdayaan” kita di tangan Allah SWT, karena qada dan qadhar kita sudah ditentukan.

Lalu bagaimana kita seharusnya untuk menyikapi “the world of uncertainty” itu ? Dan kita memilih pintu yang tepat yang harus kita buka …

See on Antara masa depan dan istikhoroh (2/2)

2 Responses to “Antara masa depan dan istikhoroh (1/2)”

  1. zidni Says:

    Curhat ya?😀

  2. infa Says:

    waduh, aku emg telat bgt si bc tulisan ini,
    tapi ngena banget….
    “Bahkan ada yang ingin melanjutkan S2 dengan lulus cumlaude, …..”
    tp lanjutannya g sama,, aku dah dapet twrnnya, seneng banget pastinya, tp bbpr waktu kemudian, pihak pengelola memberi informasi terbaru bahwa program beasiswa nya masih belum fix,,,, kep.nya masih bbrp bulan lagi…

    huuuuh, skrg aku rd2 bingung….
    mana udah resign dari kerjaan lg,,,

    so, bnr2 banget tuh statement …“the world of uncertainty”

    yach, emg si ada yg aku lupain… : “istikhoroh…”
    aku slalu memutuskan semuanya sendiri…

    dan skrg ………. aku masih aja bingung…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: