Pesona Al-Quran (1/2)

Tulisan ini sebagian besar mengambil referensi dari buku “Pesona Al-Qur’an” karya Harun Yahya dan sedikit tambahan dari yang saya ketahui. Semoga mengingatkan kita kembali akan kemuliaannya, menggugah semangat untuk men-tadaburi-nya dan meneguhkan keimanan kita !!! Silahkan untuk ditambahkan jika ada kekurangan, dan diperbaiki jika ada kesalahan.

Mengenal Al-Qur’an

Entah sudah beberapa buah Al-Quran ada di rumah kita.
Entah sudah beberapa kali kita meng-khatam Al-Quran.
Namun, sudahkah Al-Quran menjadi pedoman hidup kita ?
Ataukah ia hanya sebagai penghias rumah agar orang mengetahui kita adalah seorang muslim ?
Ataukah juga ia hanya sebagai bahan bacaan yang juga sering kita lalaikan ?

Saudaraku sekalian,
Al-Quran merupakan mu’jizat terbesar yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi manusia. Dulu saya sering bertanya2, kenapa mu’jizat terbesar Nabi Muhammad justru
hanya sekedar tulisan2 saja? apalagi ketika kecil saya sering membandingkannya dengan mu’jizat nabi2 yang lain, yang keren2🙂
Ada yang bisa berbahasa binatang, ada yang bisa membelah lautan, Ada yang tetap hidup ketika dibakar, ada yang bisa menghidupkan orang mati, dll. Biasa kalau masih kecil suka yang super hero 🙂
Pernah tidak punya pertanyaan seperti itu ??? just wondering ...

Seiring berjalannya waktu, maka pertanyaan tersebut pun akhirnya terjawab. Ternyata benar, bahwa AL-QUR’AN MEMANG MU’JIZAT YANG LUAR BIASA, jika dibandingkan dengan mu’jizat yang lain. Mau tahu jawabannya ?? Simak bahasan berikut !!!

Dalam memahami Al-Qur’an ada beberapa kaidah yang harus kita pahami, yaitu :
(*) Al-Quran adalah kalam Allah
Al-Qur’an adalah perkataan Allah merupakan salah satu AKSIOMA dalam Islam, dimana isi dan redaksinya semuanya berasal dari Allah. Bedanya dengan hadits Qudsi adalah di hadits Qudsi isi dari hadits tersebut memang dari Allah namun redaksinya dari Rasulullah.

Dengan demikian, Al-Qur’an ini isinya bebas dari kepentingan2 manusia ataupun hasrat2 duniawi. Hal ini bisa dilihat dari isi Al-Qur’an yang tidak ada pertentangan didalamnya. “Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya.”(QS.4:82)

Sehingga bagi manusia yang penting adalah berpegang teguh pada kitab suci ini sebagaimana diturunkan Allah dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Dalam ayatNya, Allah memanggil kita :
“Dan demikian Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an, supaya jelas jalan orang-orang yang saleh dan supaya jelas (pula) jalan orang2 yang berdosa” (QS.6:55)
Di dalam ayatNya yang lain Allah berfirman :
“Dan katakanlah:”Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” (QS.18:29)

(*)Al-Qur’an adalah mu’jizat
Mu’jizat dalam bahasa arab berasal dari kata ‘Ajaza yang artinya mengalahkan. Maka keberadaan mu’jizat adalah untuk mengalahkan sesuatu, sehingga ia tidak bisa lagi untuk dikalahkan. Jika kita lihat dari sejarah nabi2, maka memang mu’jizat digunakan untuk mengalahkan sesuatu.

Sebagai contoh, di zaman nabi Isa AS ketika itu sedang berkembang pesat ilmu kedokteran, sehingga ketika nabi Isa AS dapat membangkitkan kembali orang yang telah meninggal maka hal tersebut akan  “mengalahkan” ilmu kedokteran itu, karena tidak akan dapat disaingi. Sehingga agar jelas bukti2
akan kenabiannya.

Lalu bagaimana dengan Al-Qur’an?? Apa yang ia “kalahkan”??
Di zaman nabi Muhammad SAW ketika itu sedang berkembang pesat ilmu kesastraan. Seperti yang kita ketahui, bahasa Al-Qur’an merupakan bahasa yang sangat indah. Pernah ada seorang penyair hebat (namanya lupa) yang didatangi oleh Quraisy untuk menemui nabi Muhammad SAW. Setelah menemui
Rasulullah ia langsung berbicara dihadapan orang2 Quraisy, “sungguh aku telah mengenal seluruh syair yang ada di jazirah Arab ini, namun apa-apa yang dikatakan Muhammad sungguh tidak pernah saya dengar dan sungguh sangat indah. Dan saya yakin bahwa ini bukan perkataan manusia”.

Sudah 14 abad lamanya, Al-Qur’an ini turun dimuka bumi ini. Namun sampai sekarang !!! belum ada yang bisa menandingi keindahan bahasanya … !!!

Namun, apakah sekedar demikian maka Al-Qur’an bisa kita sebut sebagai mu’jizat ?? sekedar indah bahasanya ?? please dong !!! (mungkin ada yang mengatakan demikian)
Nah, ini baru bagian yang paling menarik !!!

Mari kita tengok isi dari mu’jizat terbesar ini :
(*) Al-Qur’an berbicara masa lalu
ketika berbicara masa lalu, Al-Qur’an secara tepat menjelaskannya, tidak seperti kitab2 lain yang masih
ada pertentangan tentang kisah lalu yang diceritakannya.
Contoh :
= kata “HAMAN” di dalam Al-Qur’an
Informasi yang diberikan Al-Qur’an mengenai Mesir kuno mengungkapkan banyak fakta sejarah yang tetap tidak terungkap sampai baru-baru ini.Fakta tsb juga menunjukkan kepada kita bahwa setiap kata di dalam Al-Qur’an telah diwahyukan dengan kebijaksanaan yang pasti.

Haman adalah seorang karakter yg namanya disebutkan di dalam Al-Qur’an bersama Fir’aun. Dia dicatat 6x di beberapa tempat di Al-Qur’an sbg orang terdekat Fir’aun.

Yang mengherankan nama Haman tdk pernah disebutkan di dalam Taurat yg berhubungan dengan nabi Musa. Tetapi, penyebutan Haman dapat ditemukan pada bagian terakhir Perjanjian Baru sbg pembantu seorang raja Babilonia yg melakukan kekejaman thd orang2 Israel kira2 1100 thn setelah Musa (loh malah beda sama Al-Qur’an).

Beberapa orang non-Muslim, mengklaim bahwa Nabi Muhammad SAW menulis Al-Qur’an dgn meniru taurat dan injil. Kemustahilan klaim ini ditunjukkan hanya setelah abjad Hiroglief Mesir diungkapkan, kira2 200 thn yg lalu, dan nama “HAMAN” ditemukan di dalam naskah2 kuno tersebut.

Misteri Hiroglief Mesir Kuno terpecahkan pada tahun 1799 o/ Penemuan sebuah meja yg disebut “Batu Rosetta” yg bertanggal 196 SM. Terjemahan inkripsi diselesaikan o/ seorang Perancis bernama Jean Francoise Champollion. Melalui pengungkapan Hiroglief, sepotong pengetahuan yg penting terungkap: nama
“Haman”. Nama ini merujuk pada sebuah monumen di museum Hof di Wina.

Di dalam kamus “orang2 di kerajaan baru” yg dibuat b’dasarkan seluruh kumpulan inskripsi, Haman dikatakan sebagai “kepala pekerja penggali batu”.

Hasil ini mengungkapkan kebenaran yang sangat penting tidak sebagaimana pernyataan palsu dari para penentang Al-Qur’an, Haman adalah seorang yg tinggal di Mesir pada zaman Musa, yg dekat dgn Fir’aun dan telah terlibat didalam pekerjaan pembangunan, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an.
Di samping itu, ayat Al-Qur’an yg menggambarkan kejadian dimana Fir’aun meminta Haman u/ membangun sebuah menara merupakan KECOCOKAN yg sempurna dgn TEMUAN ARKEOLOGIS.
“Dan berkata Fir’aun:”Hai pembesar kaumku, aku tdk mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman u/ tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yg tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar2 yakin bahwa dia termasuk orang2 pendusta”.(QS.28:38)

SUBHANALLAH …

= gelar raja2 Mesir di dalam Al-Qur’an
Musa AS bukan satu2nya nabi yg hidup di negeri Mesir didalam sejarah Mesir Kuno. Nabi Yusuf AS telah tinggal di Mesir lama sebelum nabi Musa. Penguasa pada zaman Yusuf AS digunakan kata “Malik”, sbgm didalam Al-Qur’an 12:54. Sebaliknya penguasa dizaman Musa AS digunakan kata “Fir’aun”, sbgm didalam
Al-Qur’an 17:101.

Catatan sejarah yg ada sekarang menunjukkan kpd kita alasan penamaan yg berbeda tsb. Kata “Fir’aun” diberikan sbg gelar penguasa tidak dimulai sampai adanya zaman “kerajaan baru” dari sejarah Mesir. Periode ini dimulai dgn dinasti ke 18 (1535-1292 SM), dan menjelang dinasti ke 20 (945-730).

Oleh karena itu sifat mu’jizat Al-Qur’an tampak sekali lagi disini: Yusuf hidup di zaman kerajaan lama shg kata “malik” digunakan bagi penguasa Mesir. Sebaliknya, karena Musa hidup di zaman kerajaan baru, para penguasa Mesir disebut dgn “fir’aun”.

SUBHANALLAH …

= mayat Fir’aun yg mengejar Musa AS
Di dalam kisahnya nabi Musa AS dikejar oleh pasukan Fir’aun hingga akhirnya terjebak di lautan. Namun dgn izin Allah, tongkat nabi Musa dapat membelah lautan yg menghadangnya. Setelah nabi Musa AS berhasil melewatinya, laut pun kembali menyatu dan Fir’aun beserta pasukannya tenggelam disana.

Di dalam ayat Al-Qur’an (tlg cariin ya) bahwa jelas mayat Fir’aun dijaga oleh Allah dari kehancuran, dan ternyata barulah setelah beberapa abad lamanya, mayat tersebut ditemukan persis ditempat tenggelamnya Fir’aun dan mayatnya tidak hancur meskipun sudah berabad2 lamanya.

SUBHANALLAH …

One Response to “Pesona Al-Quran (1/2)”

  1. Kisah Surat Al-Qamar « Wisnu Murti Suryaningrat’s Space Says:

    […] juga Pesona Al-Quran Posted in Islam. Tags: Islam, mu’jizat, pesona […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: