Takut menikah karena belum siap secara materi

Topik klasik yang selalu saja tidak ada habis-habisnya untuk dibahas adalah takut menikah karena belum siap secara materi. Menurut saya ini adalah faktor penyebab yang paling dominan, selain faktor lainnya seperti mental, pengetahuan, dll. Ada beberapa teman yang menurut saya sudah “berumur” namun belum saja menikah, ketika ditanya alasannya adalah karena “belum siap secara materi” atau “belum mapan”. Materi yang dimaksud bisa dimulai dari biaya pernikahan sampai nanti biaya hidup setelah menikah.

Sebenarnya rezeki itu tidak perlu untuk dikhawatirkan, karena kalau dihitung dengan matematika pasti kebutuhan kita tidak akan cukup. Beberapa orang yang berdiskusi dengan saya pun menyatakan hal yang sama, “iya lho, pokoknya aaddaaa aja rezeki-nya, nggak tahu darimana”.

Mau share pengalaman pribadi. Dulu ketika saya mau menikah, saya sudah bertekad bahwa semua biaya pernikahan akan saya tanggung, tidak perlu meminta dari orang tua. Sebenarnya sih ketika itu, memang keluarga saya tidak punya uang yang cukup untuk menyelenggarakan pernikahan. Jadi mau nggak mau, memang harus saya yang berusaha.

Lalu dimulailah keajaiban itu. Suatu saat saya menyatakan keinginan saya untuk menikah dengan orang tua di pertengahan tahun 2006. “Mah, inu mau menikah insya Allah awal tahun depan (2007) ya”, ujarku kepada ibu dan dihadapan ayahku. “Duh, sepertinya kalau tahun depan mama belum punya uang yang cukup untuk itu”, sahut ibuku. “Tenang aja mah, insya Allah semua biaya pernikahan inu yang tanggung, jangan khawatir”. “Memang kamu punya uang ?”. “Sekarang sih belum cukup mah, tapi insya Allah cukup kalau tahun depan”.”Ya kita lihat nanti deh”, jawab ibuku dengan nada yang pesimis.

Setelah dihitung2, uang tabungan saya ternyata sedikit sekali, dan sepertinya kalau ditabung2 pun dari gaji yang diterima sampai tahun depan masih kurang. Lalu saya bermunajat kepada Allah untuk memohon pertolongannya,”Ya Allah, sesungguhnya hambaMu ini berniat untuk menjalankan sunah Rasul dan perintahMu dengan melengkapkan dan menyempurnakan agama, berikanlah aku kemudahan untuk menjalankannya”.

Sampai akhirnya, saya mendapatkan tugas ke luar negeri (australia) untuk beberapa bulan. Sepulang darisana, saya memperoleh uang yang sangat cukup untuk melangsungkan pernikahan itu dan menjalankan semua tekad di awal. Subhanallah !!!

Ada juga pengalaman lain dari seorang supir di kantor yang bercerita kepada saya bahwa ia punya 3 orang anak yang sudah sekolah. Kalau difikir, berapa sih gaji supir ? “luar biasanya banyak rezeki2 yang tidak terduga datang kepada saya”, begitu ujarnya. “Saya mah yakin saja, bahwa rezeki orang sudah diatur Allah, rezeki anak, istri dan keluarga”.

Jadi masih ragu menikah karena belum siap secara materi? Yakinlah bahwa Allah akan memberikan pertolongannya bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh. Sayyidina Ali pernah berkata,”Sesungguhnya rezeki itu ada 2, yaitu rezeki yang kita cari dan rezeki yang mencari kita”.

Mengutip sebuah hadits Nabi SAW, “Jika kamu ingin kaya, maka menikahlah” … dan tunggulah keajaiban-kejaiban yang akan datang kepada anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: