Catatan Seorang Auditor (CSA) kali ini akan membahas tentang sifat yang perlu dimiliki oleh auditor karena tuntutan pekerjaannya, yaitu menjadi orang yang dipercaya.
Dengan proses audit, seorang auditor akan dipercaya untuk melihat “dapur” dari organisasi yang akan diaudit. Sesuatu yang sangat sulit sekali untuk diakses jika bukan karena ada proses audit. Yang namanya “dapur”, tentunya banyak sekali yang sifatnya rahasia dan sensitif yang akan diketahui oleh auditor. Disinilah pentingnya menjaga kepercayaan.
Ada kode etik yang meliputi auditor. Seluruh organisasi yang mengatur audit (seperti PCAOB, IAI) atau organisasi yang mengeluarkan sertifikasi audit (seperti CIA, CISA) mengeluarkan kode etik yang harus dimiliki oleh auditor.
Auditor sudah selayaknya menjaga informasi yang dimilikinya. Bahkan kita harus sadar jika dalam suatu waktu kita secara tidak sengaja, mengeluarkan informasi rahasia yang ada di organisasi yang sedang kita audit. Misalnya saja dalam kondisi santai makan bersama teman2, kita bilang, “eh, masa di organisasi X, ini saja nggak punya sih, duh gawat banget tuh organisasi”. Bagaimana jika di dalam ruangan tersebut, ada kompetitor atau pihak yang tidak berwenang memanfaatkan informasi yang secara tidak sengaja dikeluarkan oleh auditor.
Oleh karenanya, jaga baik2 informasi auditee yang ada di tangan kita. Ingat, bahwa auditor is a trusted person. Jangan sembarangan mengeluarkan informasi yang tidak pada tempatnya.
Gimana kalo auditornya itu tukang gosip ya ? mmm … kebayang deh
